Museum Karst Indonesia

[Museum Karst Indonesia]
Museum-Karst-cover
Museum Karst Indonesia merupakan satu-satunya geopark dan museum karst pertama yang ada di Indonesia. Museum ini terletak di  Desa Gebangharjo, Pracimantoro, Wonogiri, Jawa Tengah, dan berjarak kurang lebih 45 km dari pusat Kota Wonogiri. Apa itu karst, dan mengapa kita memiliki museum karst di Indonesia? Mari kita pelajari bersama-sama. Karst merupakan suatu bentang alam yang terbentuk akibat proses pelarutan CaCo3 sehingga terbentuk suatu kenampakan yang khas seperti munculnya sungai bawah tanah secara tiba-tiba. Sekitar 15,4 juta hektar wilayah Indonesia tersusun atas batuan karbonat- yang merupakan batuan utama penyusun bentang alam karst. Oleh karena itu, luas bentang alam karst di Indonesia mencapai hingga 8.2% dari total seluruh luas wilayah Indonesia.

Museum Karst Indonesia didirikan untuk memenuhi tujuan mendukung Kawasan Eco Karst dan Global Geopark Gunungsewu. Museum ini memiliki luas lahan sekitar 25 hektar dengan luas bangunan 300 m2 sehingga sering disebut sebagai museum karst terbesar se-Asia Tenggara. Museum Karst Indonesia juga dikelilingi oleh setidaknya tujuh goa, yaitu Goa Tembus, Goa Potro-Bunder, Goa Gilap, Goa Mrica, Goa Sapen, Goa Sonya Wuri dan Goa Sodong. Pada tahun 2008, dibuat suatu keputusan atas kesepakatan bersama antara Kementerian ESDM, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, serta Bupati Wonogiri untuk mendirikan Museum Karst Indonesia di Wonogiri. Museum Karst Indonesia ini akhirnya diresmikan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) pada tanggal 30 Juni 2009.  Museum tersebut dibuka untuk umum dengan biaya Rp 5.000,00 per orang dan memiliki jadwal libur setiap hari Jumat serta hari libur nasional.

Menurut informasi yang disampaikan oleh penjaga museum, Museum Karst Indonesia terdiri atas tiga lantai yang memiliki tema masing-masing di setiap lantainya. Lantai pertama museum bertemakan “Karst untuk Kehidupan”, yang  menyuguhkan para pengunjung dengan berbagai informasi menarik mengenai bagaimana kawasan karst bisa terbentuk, pemanfaatan kawasan karst oleh makhluk hidup, serta bermacam-macam jenis karst yang ditemukan di Indonesia. Salah satu contoh yang menarik untuk disorot adalah ilustrasi mengenai pemanfaatan karst sebagai rumah atau tempat berlindung bagi manusia purba di masa lampau. Informasi-informasi tersebut disajikan dalam bentuk ilustrasi, patung-patung, replika fosil, serta maket-maket peraga yang dapat  membantu pengunjung memahami tentang proses pembentukan bentang alam karst. Pengunjung juga disediakan fasilitas pemutaran video melalui LCD sederhana yang menjelaskan tentang informasi pendahuluan karst di Indonesia. Selain itu, pengunjung dapat membeli berbagai souvenir berupa baju dan aksesoris lain bertema “Museum Karst Indonesia” di lantai satu ini.

Lantai kedua museum memiliki tema “Karst untuk Ilmu Pengetahuan”, di mana pengunjung akan disuguhkan oleh  panel-panel yang berisi tentang berbagai jenis karst di Indonesia- mulai dari karst Sumatera hingga Papua. Di lantai ini juga disuguhkan beberapa artikel yang dapat dibaca oleh para pengunjung. Seluruh fasilitas ini disajikan secara rapi dan terawat, sehingga memberikan kesan yang nyaman bagi para pengunjung.

Ruangan terakhir yaitu  lantai tiga- merupakan suatu auditorium  yang dapat digunakan untuk berbagai kepentingan, seperti rapat, presentasi, maupun untuk pemutaran film. Akan tetapi, fasilitas ruangan di lantai tiga museum ini sedang tidak dapat digunakan akibat kerusakan jaringan listrik di lantai satu oleh bencana banjir tangggal 28 November 2017 lalu. Bencana tersebut menyebabkan museum  terdampak banjir dengan cukup parah. Ketinggian air yang mencapai 1,5 meter mengakibatkan beberapa koleksi dan fasiltas museum menjadi rusak. Sangat disayangkan karena sampai saat ini belum ada perbaikan fasilitas dari kementrian ESDM maupun dari pemerintah sekitar.

Begitu besar potensi yang dapat dikembangkan di museum ini, terutama sebagai sarana edukasi. Semoga pemerintah segera memperbaiki kerusakan fasilitas pada museum ini supaya Museum Karst Indonesia kembali memiliki daya tarik lebih bagi para pengunjung untuk berwisata sekaligus belajar mengenai seluk-beluk karst di Indonesia.

 

 

Reporter: Kamila Nuril Izzah

Editor: Evita Prihaningrum

Fotografer: Imron Hanif Amin

Poster: Rara Fajrina M.

.

Ikuti kami di media sosial!

Line: line.me/R/ti/p/%40jns7950h

Instagram: instagram.com/bumigadjahmada/

#BumiGadjahMada

#MemahamiBumiMemaknaiKehidupan

Leave A Comment

Your email address will not be published.

*